..
TKD Jokowi - Ma'ruf Minta Polisi Tegas
Humas Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, SMA dan SMK se-Banyuwangi, Marcelinus Lorianus DD, menyayangkan video bernada fitnah ustaz Supriyanto yang viral di medsos.

TKD Jokowi - Ma'ruf Minta Polisi Tegas

BANYUWANGI - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur pasangan capres dan cawapres 01 Jokowi - Ma'ruf Amin, Machfud Arifin,  berharap agar Bawaslu serta aparat Kepolisian Resor Banyuwangi bersikap profesional dalam menangani kasus dugaan fitnah dan ujaran kebencian oleh ustaz Supriyanto. Karena video yang viral itu sebuah bukti tentang akal sehat yang tidak waras.

"Kita berharap aparat kepolisian dan Bawaslu, karena itu ranahnya. Mana yang bisa dikenakan pidana pemilu dan pidana umum. Sementara menjadi saksi, nanti mungkin bisa berkembang menjadi tersangka," harap mantan Kapolda Jatim.

Tidak rasional apabila Jokowi melegalkan perjinahan. TKD Jatim tidak kecewa terhadap penanganan yang telah dilakukan polisi. Termasuk terhadap saksi terlapor yang dipulangkan usai dimintai keterangan.

"Tidak kecewa, cuma minta waktu saja. Nanti kan ada pendalaman. Kami berharap ditindak tegas agar tidak terulang lagi," pintanya.

Maaf tidak lantas menyelesaikan proses hukum yang sedang berjalan. Pelaku fitnah dan ujaran kebencian dapat diproses hukum dan dilakukan penahanan.

"Di Karawang ditahan kok. Ada emak - emak mengatakan adzan dilarang, LGBT dan pernikahan sesama jenis dibolehkan jika Jokowi menang," tandasnya di Hotel Dialoog Banyuwangi, Rabu (13/3/2019).

Tanpa bermaksud mengintervensi aparat, Machfud Arifin, berharap agar proses hukum terhadap ustaz Supriyanto terus berjalan. Karena video bernada hasut, fitnah dan ujaran kebencian yang viral di media sosial sangat meresahkan.

Sementara, di Mapolres Banyuwangi Komunitas Alumni Perguruan Tinggi SMA/SMK se-Banyuwangi meminta aparat menindaklajuti laporan soal video ustaz Supriyanto yang menyudutkan paslon 01. Menurut Marcelinus Lorianus DD, kelompoknya juga mengusung laporan terkait fitnah dan ujaran kebencian.

"Pemilu 17 April 2019 yang mestinya berjalan damai, akibat video Supriyanto dapat memicu gaduh. Aparat harus segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menindak secara tegas," lontar Humas Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, SMA dan SMK.

Supaya perkara ini tak berulang, kata Eko Sukartono, aparat mesti bersikap tegas. Laporan yang dilakukan bersama komunitasnya untuk mendukung laporan yang telah masuk di kepolisian.

"Kasus Supriyanto sudah diproses. Saksi pelapor telah diundang untuk dimintai keterangan. Kami berharap segera ada tersangka," kata sesepuh dalam komunitas itu. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Usai Jogging di Kuta, Sandiaga Latihan Tekhnik Tinju
Selanjutnya Bahan Kampanye Abah Joni Dibakar Orang Tak Dikenal