..
Suwito Siap Mati Demi Penanganan Korupsi Desa Gumirih

Suwito Siap Mati Demi Penanganan Korupsi Desa Gumirih

BANYUWANGI - Ratusan massa menggelar demonstrasi di Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Senin (18/11/2019). Massa meminta pihak kejaksaan serius menangani dugaan pidana korupsi di Desa Gumirih.

Suwito, salah satu orator pengunjukrasa, akan menghadap ke Kejagung dan Jokowi untuk mengadukan soal korupsi di Desa Gumirih. Agar persoalan korupsi di Banyuwangi diketahui oleh pemerintah yang ada di Jakarta.

"Bila sekarang 200 orang, besok bisa 1000 orang kita kerahkan. Biar ke Jakarta saya yang mengawal," gertaknya.

Suwito kecewa hanya ditemui Kasipidum Koko Erwinto Danarko ketika audiensi dengan Kejari Banyuwangi. Dia maunya ketemu dengan Kajari Mohamad Mikroj. Suwito mengancam bakal bertahan di kejaksaan sampai ditemui Kajari.

"Pak Jokowi kenal saya. Saya akan temui Pak Jokowi apabila Pak Kajari tidak menemui kami," ancamnya.

IMG-20191118-WA0009

Suwito (kanan Kajari Mohamad Mikroj) ketika audiensi. 

Setelah melontarkan gertakan, akhirnya Suwito dan Yunus Wahyudi diperkenankan bertemu dengan Mohamad Mikroj di ruangannya. Kajari meminta para demonstran bersabar sampai menunggu hasil telaah.

"Kasi Intelijen Bagus Nur Jakfar Adi Saputro masih ijin. Nanti setelah intelijen melakukan telaah hasilnya akan kita sampaikan kepada kawan - kawan. Saya belum baca dokumennya," pesannya.

Di hadapan Kajari, Suwito berjanji siap ditangkap dan siap mati demi mengawal kasus ini. Dirinya menunggu tenggat waktu satu minggu untuk mendengar perkembangan perkara ini.

"Makam umum warga patungan sehingga terkumpul Rp 4 juta. Warga datang minta bantuan sehingga saya bantu Rp 42 juta. Total ada Rp 46 juta. Yang menyakitkan hati proyek itu tiba - tiba dimasukkan Dana Desa (DD)," tegasnya. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Rancang Bangun Koalisi NasDem- Golkar, Duetkan Mas Sumatri - Yuli Artini di Karangasem?
Selanjutnya Ny. Putri Koster Dorong Endek dan Songket Dikembangkan Secara Inovatif