..
Posko Transit dan Isolasi Covid 19 GOR Tawangalun Dikritik
Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Salimi, menunjukkan alas tidur di tempat transit Covid 19 GOR Tawangalun yang bekas.

Posko Transit dan Isolasi Covid 19 GOR Tawangalun Dikritik

BANYUWANGI - Fasilitas Posko Transit Covid 19 di GOR Tawangalun Banyuwangi belum memadai. Di arena olahraga ruangan tertutup itu kondisinya panas karena tak dilengkapi alat pendingin udara.

Parahnya lagi, alas tidur yang disediakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Banyuwangi merupakan barang bekas. Barang itu dipinjam dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banyuwangi.

Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi yang melakukan sidak di Posko Transit Covid 19 berang. Ketua Komisi IV, Salimi, bersama dua anggotanya, H Naufal Badri dan Basuki mendesak Gugus Tugas Covid 19 untuk menyediakan tempat tidur yang baru.

"Seharusnya kasih yang baru dong, inikan tak layak. Mestinya ada pendingin, kalau begini kayak terbakar," kritik Salimi sewaktu sidak.

Mengapa harus alas tidur baru? Menurut H Naufal Badri, Gugus Tugas Covid 19 sudah mendapat alokasi anggaran Rp 78 miliar. Mestinya anggaran itu diperuntukkan bagi pengadaan tempat tidur ruang transit dan isolasi di GOR Tawangalun.

"Lha anggaran yang Rp 78 miliar itu buat apa," celetuknya, Senin (4/5/2020).

IMG-20200504-WA0028

Koordinator Ruang Transit dan Isolasi Covid 19 di GOR Tawangalun, Zein Kastolani, menerima kritik anggota dewan. Kadispora Banyuwangi itu bahkan membenarkan jika sarana tempat tidur yang digunakan pinjam dari BKD.

"Pinjam 30 unit. Di GOR 25 tempat tidur yang difungsikan untuk ruang transit. Sedangkan 5 lainnya di arena atlit untuk tempat isolasi bagi pemudik maupun warga Banyuwangi yang pulang kampung dari luar kota," akunya.

Zein Kastolani menambahkan, di tempat tugasnya terdiri dari tempat transit dan isolasi. Untuk ruang transit berada di dalam GOR Tawangalun. Untuk tempat isolasi ada di arena atlit, wisma atlit, serta kolam renang.

"Di kolam renang ada 8 bed dan 9 bed untuk petugas di Wisma Atlet. Alat tidur yang di kolam renang dan arena atlit diperuntukkan bagi pemudik dan warga yang pulang kampung," tambahnya.

Para pemudik maupun warga yang pulang kampung dari luar daerah, khususnya dari Bali akan diarahkan menuju GOR. Di sini mereka akan menjalani pendataan dan pengecekan suhu tubuh. Ruang transit itu digunakan untuk menunggu.

"Mereka yang terdata akan disuruh bikin surat pernyataan dan ditawari opsi karantina di GOR atau desa asalnya. Ini sebagai edukasi bagi pemudik," kata Zein. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Tidak Kapok Dibui, Pria Surabaya ini Kembali Tipu Bos Kapal di Benoa
Selanjutnya Bantu Pekerja Pariwisata Terdampak Corona, Gamers Bali Kumpulkan Donasi Jutaan Rupiah