..
Polda Bali Belum Terima SP Tiga Ormas dari Gubernur
Kapolda Bali

Polda Bali Belum Terima SP Tiga Ormas dari Gubernur

Suksesinews.net, Denpasar – Polda Bali belum menerima surat keputusan Gubernur Bali Wayan Koster terkait keputusan memberikan Surat Peringatan (SP) kepada tiga ormas yang sebelumnya direkomendasikan oleh Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose untuk penghentian aktivitas.

“Pemberitahuan resmi belum ada dan hanya mengetahui dari media. Kami belum bisa memberikan jawaban dan kKebetulan Pak Kapolda juga sedang berada di Jakarta,”ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja, Rabu (16/1).

Keluarnya surat keputusan Gubernur Bali terhadap tiga ormas di Bali, bukan berarti anggota ormas tidak bisa ditindak tegas. Bila anggota ormas terbukti melakukan tindak pidana, pihak Polda Bali akan tetap menindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku. “Kami tetap menindak tegas anggota ormas yang terlibat kasus tindak pidana,” tegas mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini.

Ia menambahkan, tindak pidana melibatkan anggota ormas tidak bisa diukur ringan dan beratnya karena nyawa bisa menjadi taruhan. Namun, yang lebih mengusik masyarakat adalah kerap menebar ancaman dan ujung-ujungnya adalah permasalahan perut selain juga untuk lifestyle sehingga sering melakukan pungli dan urusan pribadi yang mengatasnamakan organisasi. Selain itu, beberapaorang yang ditangkap terlibat tindak pidana penyalahgunaan narkoba. “Kami berharap adanya perhatian dari para instansi terkait untuk mencari solusi terkait ketersediaan lapangan kerja bagi anggota ormas di Bali,”ungkapnya.

Selama ini mayoritas dari anggota ormas bekerja sebagai satpam di tempat hiburan. Kapolda Golose pernah menyampaikan agar para ormas yang mayoritas bekerja sebagai security di Bali diberikan pendidikan dari kepolisian. “Artinya, apabila nanti menghadapi persoalan di tempat pekerjaan, tidak langsung main gebug. Salah dia. Kalau sudah didik, dia pasti tahu cara menanganinya, menggunakan borgol dan menghubungi Polsek terdekat. Jadi harus tahu prosedurnya,” jelasnya.

Romendasi penghentian aktivitas tiga ormas di Bali kepada Gubernur Bali 27 April 2017 lalu atas beberapa pertimbangan. Pertama, anggota ormas kerap melakukan kejahatan dan kriminalitas di Bali. Kedua, banyaknya masyarakat mengeluhkan masalah pungli. Ketiga, adanya hasil penelitian bersama dari universitas UNUD dan UI menyangkut dan jaminan keamanan di Bali. Sedangkan kehadiran ormas di Bali tidak sepenuhnya mendukung terciptanya keamanan di masyarakat. “Terciptanya keamanan di Bali sebagai wujud rasa cinta Bapak Kapolda terhadap Pulau Bali," tandasnya. Ema/suksesinews

Sebelumnya Maling Obok-Obok Sekolah, Lima Laptop dan Dua Komputer Raib
Selanjutnya 2019, Program Prorakyat Badung Dipastikan Lanjut