..
Peragakan 15 Adegan Pembunuhan, Bule Belanda Mengaku Lupa
Hendrik Tibboel alias Abdullah, tersangka pembunuhan terhadap Nur Hofiani, mempraktekkan aksinya

Peragakan 15 Adegan Pembunuhan, Bule Belanda Mengaku Lupa

BANYUWANGI - Masih ingat dengan Hendrik Tibboel (56), warga negara Belanda yang diduga terlibat kasus pembunuhan di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur? Rabu (8/1/2019), aparat Polresta Banyuwangi menggelar rekontruksi di tempat kejadian perkara (TKP).

Reka adegan ini, kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK, salah satu teknis untuk memperjelas perkara tindak pidana. Apabila mungkin ada yang terlewati bisa digunakan untuk melengkapi.

"Adegan dimulai korban datang, menyimpan kendaraan, lalu bersama pelaku, sampai terjadinya pembunuhan. Korban datang setelah ditelpon pelaku," paparnya kepada wartawan di TKP.

Dalam rekontruksi sekitar pukul 09.00 WIB, tergambar bila korban, Nur Hofiani (41), warga Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, datang seorang diri ke rumah tersangka di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, mengendarai sepeda motor. Kendaraan roda dua itu langsung diparkir di area dapur yang berdekatan dengan ruang kerja pelaku yang biasa mengelas.

Rekontruksi kasus dugaan pembunuhan ini sebanyak 15 adegan. Dari situ terlihat bagaimana bule yang memiliki nama Indonesia, Abdullah, menghabisi nyawa mantan istrinya.

"Saya minta uang (menagih hutang) kepada korban, tapi dijawab dengan buka rok. Dia bilang saya bayar pakai ini (seks)," dialog Hendrik ketika reka adegan.

IMG_20200108_090431

Namun tawaran korban ditolak oleh pelaku. Bule yang fasih berbahasa Indonesia ini tetap kukuh untuk meminta uangnya. Tersangka tambah emosi tatkala Nur Hofiani tidur di ranjang kamar tersangka.

"Dikira enak, kamu tidur padahal saya butuh uang," umpatnya.

Selanjutnya, dalam kondisi emosi Hendrik sempat mondar - mandir di sekitar ranjang. Kemudian bule yang sebentar lagi bakal menjadi terdakwa mengambil tali di luar kamar. Tali itulah yang digunakan untuk menjerat leher korban sampai tewas.

Ketika memperagakan adegan membunuh, pelaku mengaku lupa dengan alasan kejadian kala itu begitu cepat. Usai menghabisi mantan istrinya, tersangka sempat membersihkan cairan di mulut korban menggunakan kain.

Setelah itu, warga Holland ini mengambil bensin dalam jerigen di ruang kerjanya. Bensin ini merupakan BBM untuk mengisi jenset. Gasulin itu disiramkan ke tubuhnya di lantai atas untuk bakar diri. Tapi niat itu akhirnya dibatalkan.

Lalu mengapa Tibboel datang ke RSUD Blambangan Banyuwangi? Ternyata dia sempat overdosis obat - obatan. Beberapa butir diantaranya sempat dikeluarkan dari mulut dengan cara dilogok. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Bali Harus Ubah Target Promosi
Selanjutnya Jadi Pemeran Utama, Hendrik Tibboel Dikecam Keluarga Korban