..
Nasib Dr. Somvir di Ujung Tanduk, Besok Diperiksa Gakkumdu

Nasib Dr. Somvir di Ujung Tanduk, Besok Diperiksa Gakkumdu

Suksesinews.net, Denpasar - Proses penyelidikan dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan caleg terpilih DPRD Bali Partai NasDem Buleleng, Dr. Somvir, terus bergulir.

Setelah meminta klarifikasi sejumlah pihak beberapa hari terakhir, Tim klarifikasi penanganan dugaan pelanggaran Pemilu Bawaslu Bali yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu dijadwalkan memeriksa Dr. Somvir pada Kamis (4/7) pagi . " (Pemeriksaan Dr. Somvir) Besok  jam 10:00 Wita," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bali, I Wayan Wirka.

Dr. Somvir sebelumnya dilaporkan oleh Gede Suardana atas dugaan pemalsuan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) Pemilu Legislatif 2019. Dalam laporan dana kampanye Partai NasDem, Dr. Somvir tidak melampiri LPPDK dengan laporan pencatatan seluruh penerimaan dan pengeluaran dana Kampanye. Dr. Somvir juga disebutkan tidak menyajikan

semua penerimaan dan pengeluaran dana kampanye dalam bentuk

uang, barang, dan jasa. Bahkan tidak terdapat bukti pengeluaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, pada masa kampanye banyak ditemukan alat peraga Kampanye atas nama Dr. Somvir, seperti baliho, spanduk, specimen surat suara pemilu, kartu nama maupun Stiker,

yang banyak terpasang dan tersebar di masyarakat. Pengadaan alat peraga kampanye itu tentu membutuhkan biaya.

Laporan itu ditingkatkan ke tahap penyelidikan setelah Bawaslu Bali bersama Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu memutuskan laporan terhadap Dr. Somvir memenuhi unsur formil dan materil. Ia diduga melanggar Pasal 497 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang berbunyi "

Penyelidikan dugaan tindak pidana Pemilu ini bisa berakhir buruk bagi karir politik Dr. Somvir. Pasalnya, jika terbukti bersalah, ia tidak saja kehilangan kursi DPRD Bali, tapi juga dijebloskan ke penjara dan denda puluhan juta rupiah. Pasal 497 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diduga dilanggar Sang ahli Yoga asal India itu berbunyi "Setiap orang yang dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar dalam laporan dana Kampanye, dipidana

dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp24 Juta".

Komisioner Bawaslu Bali I Ketut Rudia menjelaskan, jika dalam proses penyelidikan ini dugaan tindak pidana pemilu Dr. Somvir memenuhi unsur pasal 497 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dan tercapai kesepakatan di Sentra Gakkumdu makan Bawaslu Bali akan melimpahkan kasus tersebut ke kepolisian.

Pihak kepolisian, lanjut dia, memiliki waktu 14 hari untuk menyusun  berita acara pemeriksaan (BAP). "Setelah dinyatakan P21 oleh jaksa, polisi meyerahkan kasus tersebut ke kejaksaan. Jaksa lantas membuat dakwaan dan melimpahkan ke pengadilan. Sejak dilimpahkan, pengadilan punya waktu tujuh hari kerja untuk membuat putusan,” jelas Rudia.

Sebelumnya, Tim klarifikasi penanganan dugaan pelanggaran Pemilu Bawaslu Bali yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu telah memerika pelapor, Gede Suardana, dan sejumlah saksi. Selain itu pihaknya juga memeriksa Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa dan Bendahara DPW NasDem Bali I Gusti Ngurah Bagus Eka Subagiartha. Keduanya diketahui menandatangani LPPDK Dr. Somvir yang berjumlah Rp 0 pada 30 April lalu. Amb/suksesinews

Sebelumnya Wisatawan Asal NTT Jadi Korban Tikungan Erek - Erek Gunung Ijen
Selanjutnya Laga Perdana, Hockey Indoor Putra Banyuwangi Kalah