..
Meninggal 40 Jam, Dokter Forensik Beberkan Penyebab Kematian Andri Kuntoro
Warga berdatangan di prosesi pemakaman Andri Kuntoro di TPU Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Meninggal 40 Jam, Dokter Forensik Beberkan Penyebab Kematian Andri Kuntoro

BANYUWANGI - Jenazah Andri Kuntoro (19), akhirnya dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kamis (20/6/2019) sore. Pemakaman dilakukan setelah mayat yang semula Mr X di areal persawahan itu menjalani otopsi oleh tim dokter RSUD Blambangan Banyuwangi.

Dokter forensik yang melakukan otopsi terhadap jasad korban, dr Solahudin, menemukan luka bakar di bagian perut dan memar di kepala korban. Luka memar itu diakibatkan benda tumpul.

"Ada bagian terbakar di bagian perut hingga paha bagian depan. Yang terbakar tidak hanya perut. Tangan kiri seluruhnya terbakar juga. Paru-paru dan jantung gosong tapi utuh," ujar dr Solahudin, dokter forensik RSUD Blambangan Banyuwangi.

Selain itu, ada juga ditemukan memar di pipi bagian kiri hingga kepala. Terdapat pula pendarahan di kepala yang diduga menjadi penyebab kematian korban. 

"Ada pendarahan di dalam otak. Diduga kematian karena pendarahan itu dan juga luka di bagian dada," tambahnya. 

Tubuh korban saat ditemukan sudah terjadi pembengkakan. Ini merupakan proses pembusukan karena diduga korban meninggal dunia lebih dari 40 jam. 

"Ada pecah menganga di area depan perut sehingga organ dalam terlihat dari luar. Itu karena terbakar. Sudah meninggal dunia lebih dari 40 jam makanya hampir membusuk," pungkasnya. 

Hingga kini aparat kepolisian dari Polsek Songgon dan Reserse Kriminal Polres Banyuwangi terus mengungkap identitas terduga pelaku kekerasan terhadap Andri. Kapolsek AKP Bakin meminta doa serta dukungan dari warga agar kasus ini lekas terungkap.

"Mohon doanya. Luka di tubuh korban berarti ada hal - hal yang harus didalami mengenai penyebab serta terduga pelakunya," jelas AKP Bakin usai mengikuti proses pemakaman korban. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Mayat Mr X Penuh Luka Bernama Andri Kuntoro
Selanjutnya Dr. Somvir kembali Dilaporkan ke Bawaslu Bali