..
Mencari Keluarga Atlet Diajang Porprov Jatim VI, Ada Nggak Yah?
Sarno Edi Suwandoko dan Sumarni bersama tiga putranya yang atlet wushu

Mencari Keluarga Atlet Diajang Porprov Jatim VI, Ada Nggak Yah?

LAMONGAN - Cabang Olahraga Wushu telah menuntaskan pertandingan. Para atlet dan official pun sudah meninggalkan Kabupaten Lamongan. Sumbangan 3 perunggu dari wushu untuk kontingen Banyuwangi membuat mereka pulang dengan kepala tidak tertunduk. 

Di balik laga tim wushu di GOR Kemantren, Paciran, Lamongan, terselip cerita keluarga Sumarni (49) dan Sarno Edi Suwandoko (50). Pasangan suami istri asal Dusun Gunungsari, Desa/Kecamatan Bangorejo ini menjadi suporter fanatik wushu Banyuwangi di Paciran. 

Setelah ditelisik, ternyata Sumarni dan Sarno, termasuk salah satu orang tua pemasok atlet wushu Tanah Blambangan. Dari 6 atlet yang dikirim ke Lamongan, 2 diantaranya merupakan putranya.

Dari empat anak, 3 pria dan 1 wanita, Muhammad Ilyas (23), Wahyu Dwi Suryani (21), Agung Tri Cahyono (19), dan Muhammad Safaat (15), seluruhnya adalah atlet wushu. Muhammad Safaat merupakan peraih medali perunggu di Porprov VI yang berlaga di GOR Kemantren Sport Centre Lamongan. Menurut Sarno, Ilyas selaku putra sulung bertindak sebagai pelatih bagi adik - adiknya. Minus Wahyu Dwi Suryani, Ilyas merupakan official, pelatih sekaligus mentor bagi Agung dan Safaat. 

"Dulu Ilyas juga atlet yang kerap bertanding dalam kejuaraan wushu. Sekarang menjadi official tim Banyuwangi mendampingi dua adiknya serta atlet lain yang tanding di Lamongan," tuturnya memulai kisah. 

Setiap sang anak bertanding selalu ikut mendampingi. Kadang Sarno menjadi tukang pijat bagi anaknya kala cidera. Bahkan ketika hendak bertanding Sarno mencarikan jamu agar kuat di medan laga. Ketika kalah, pecinta beladiri karate ini selalu membesarkan hati putranya agar tetap semangat. 

Perhatian Sumarni tak kalah dibanding Sarno. Usai laga, Safaat meminta roti kepada ibunya. Perempuan empat anak itu lekas beranjak dari tempat duduk seraya mencari bungkusan kresek warna hitam, lalu mengeluarkan roti tawar. Safaat lantas melahapnya tanpa margarin atau susu coklat. 

Berdasarkan pengakuan Sumarni, Agung sering menang kala bertanding. Dirinya sering ditawari bonus uang oleh Agung tapi ditolak. Sebagai orang tua, ia lebih menyarankan agar uang itu dipakai untuk keperluan pribadi si anak. 

"Tak usah, pakai saja uangnya untuk senang – senang. Itukan hasil keringatmu biar dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup," tutur Sumarni.

gulat_emas_1_1

Pepatah kacang tak akan jauh dari lanjaran memang benar. Di cabor lain keluarga atlet juga ada. Misalnya di cabang gulat. Sebut saja keluarga Miskam serta Karyawanto, pelatih dan sekretaris wushu Banyuwangi. Keduanya memiliki seorang putra yang juga atlet wushu dan bertanding dalam ajang Porprov VI 2019 di Lamongan.

Jika Miskam punya Ayub Bagus Setiawan peraih emas di gaya greco 77 kg, Karyawanto memiliki peraih perak di gaya greco 55 kg, Rahmad Alwari. Bapak dan anak ini juga tinggal dalam satu basecamp, yakni di Hotel Boegenviel Lamongan. Bagi Karyawanto, keluarga atlet sudah umum dalam dunia olahraga.

“Karena kami pengurus gulat kok kebetulan putra saya seneng gulat. Pak Miskam malah sama. Kedua anak kami sama-sama saling dekat sebagaimana kami yang berada di tataran pengurus,” paparnya. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Pisah Sambut Kajati, Gubernur Koster Ajak Menjaga Bali
Selanjutnya Pihak Yayasan Al Ma'ruf  Ngadu ke Polda Bali