..
Melihat Rumah Inovasi Adhyaksa Terobosan Kejari Banyuwangi
Kejari Banyuwangi Adonis mendengarkan penjelasan soal temuan pelajar SMKN 1 Glagah tentang alat pengoperasian lampu listrik jarak jauh di Rumah Inovasi Adhyaksa

Melihat Rumah Inovasi Adhyaksa Terobosan Kejari Banyuwangi

BANYUWANGI –  Rumah Inovasi Adhyaksa resmi berdiri. Lokasinya di SMKN 1 Glagah (Dulu STM Negeri 1 Banyuwangi), Jawa Timur. Ide ini digagas oleh Kejaksaaan Negeri Banyuwangi.

Jumat (19/7/2019), keberadaannya telah diresmikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Adonis. Peresmiannya digelar bersamaan dengan acara Saka Adhyaksa yang baru pertama di Banyuwangi bahkan Indonesia. Di Rumah Inovasi Adhyaksa pelajar SMKN 1 Glagah dapat meluapkan idenya dalam berinovasi tentang tehnologi.

Ketika peresmian, Adonis, melihat langsung bagaimana inovasi yang telah dilakukan pelajar sekolah kejuruan. Dua diantaranya temuan cara menyalakan dan mematikan listrik jarak jauh berbasis android serta motor anti maling. Dua karya anak bangsa itu dijelaskan sendiri oleh penemunya.

"Semoga ini bisa menjadi contoh di sekolah lain serta tingkat nasional," harap Adonis didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawatimur di Banyuwangi, Estu Handono, serta Kepala SMKN 1 Glagah, Panuri.

Rumah Inovasi Adhyaksa dan Perkemahan Saka Adhyaksa dua contoh terobosan baru yang dilakukan Kejari Banyuwangi di  Hari Bakti Adhyaksa ke-59. Program ini untuk memberi dampak lebih besar pada masyarakat lewat inovasi tehnologi. Kejaksaan juga ingin membentuk kedisiplinan dan kejujuran di level pelajar setelah nanti hidup di tengah masyarakat usai menuntut ilmu.

“Tujuannya untuk menekan korupsi. Para peserta akan diajari soal hukum dan pembentukan karakter. Kejari akan turun langsung dan bekerjasama dengan pihak sekolah,” jelasnya.

rumah_inovasi_2

Rumah Inovasi merupakan wujud perkembangan teknologi yang pesat. Kejari akan mendorong peserta untuk terus berkarya agar mengembangkan keahlian. Sebagai wujud dorongan akan dibantu kendaraan roda dua hasil sitaan negara sebagai proyek pengembangan tehnologi.

Selain Rumah Inovasi Adhyaksa dan Saka Adhyaksa, Kejari Banyuwangi juga meluncurkan Taman Adhyaksa. Khusus Taman Adhyaksa lokasinya berada di SMKN 1 Banyuwangi (Dulu SMEA Negeri Banyuwangi). Jadi ada tiga program baru yang diluncurkan kejaksaan di kalangan pelajar selama sehari.

Estu Handono sepakat agar program Kejari dikembangkan di Banyuwangi. Tak sekedar tingkat lokal. Dirinya berharap agar terobosan soal Rumah Inovasi Adhyaksa, Saka Adhyaksa dan Taman Adhyaksa bisa viral di sekolah lain di Indonesia.

“Pokoknya kami sepaham dengan Pak Kajari,” ungkapnya.

Panuri, Kasek SMKN 1 Glagah, pun sama. Terobosan Kejari Banyuwangi yang menggandeng sekolah asuhannya dalam mengembangkan inovasi tak bisa ditolak. Karena Rumah Inovasi Adhyaksa akan membantu kreatifitas anak didiknya dalam mengembangkan tehnologi.

“Selain dua tadi, mengoperasikan lampu jarak jauh berbasis HP dan motor anti maling, kami sudah mengembangkan piranti penyiraman menggunakan tenaga surya berbasis android. Alat itu sudah berfungsi untuk menyiram tanaman di sekolah dengan kekuatan 3000 watt. LIPI bahkan sudah melihat inovasi kami dan menyarankan agar dilisensikan,” tambahnya. SUBAHRODIN YUSUF

 

 

Sebelumnya Tuak Dikira Kemasan Minyak Kelapa
Selanjutnya Warga Peru "Telurkan" 950 Gram Kokain