..
KPU Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi. Biangnya Sungguh Mengejutkan
Edi Suprapto (kiri) dan Amir Ma'ruf Khan pelapor kasus dugaan penipuan proyek pengadaan bantalan serta alat coblosan oleh KPU Banyuwangi.

KPU Banyuwangi Dilaporkan ke Polisi. Biangnya Sungguh Mengejutkan

BANYUWANGI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi tengah dirundung kasus hukum. Bukan soal Pilpres dan Pileg 2019. Melainkan terkait dugaan penipuan bantalan serta alat coblosan Pilgub Jatim 2018.

Dugaan perkara ini telah dibawa ke Mapolres Banyuwangi pada Rabu (1/5/2019). Pelapornya adalah Edi Suprapto dan Amir Ma'ruf Khan. Sampai saat ini surat perintah kerja (SPK) untuk pengadaan alat itu tak kunjung dikeluarkan. Sementara barang sudah dikirim ke KPU Banyuwangi untuk kepentingan Pilgub 2018.

"Semua (KPU) sudah saya kejar tapi alasannya berbelit - belit," ungkap Edi Suprapto kepada wartawan didampingi Amir Ma'ruf Khan.

Akibatnya, Gus Edi (panggilan Edi Suprapto) harus menanggung kerugian Rp 43 juta. Diakui Edi, sejak 2008 - 2009 pihaknya telah menjadi rekanan KPU Banyuwangi. Selama ini komitmennya tak pernah ada masalah.

"Biasanya percaya - percaya saja. Tapi sejak kejadian ini disuruh kerja namun sampai sekarang SPK tidak dikeluarkan," bebernya.

Kenapa baru sekarang kasus ini dilaporkan ke aparat penegak hukum? Menurut Edi, itu karena dirinya selalu dijanjikan bakal diberi proyek baru untuk mengganti kerugian yang ditanggung. Dan dia juga tidak boleh ribut di luaran.

"Ternyata pekerjaan baru itu tidak diberikan kepada saya, namun ke pihak lain," sesalnya.

Sementara ini, ada 9 nama yang dilaporkan ke polisi. Diantaranya adalah para komisioner KPU. Tentang laporan ini, tiga komisioner KPU, Samsul Arifin, Edi Saiful Anwar dan Jamaludin yang dimintai konfirmasi hanya Edi Saiful Anwar saja yang menjawab.

"No coment disik, lagi fokus rekap," jawabnya.

Rekap yang dimaksudkan Edi Saiful Anwar adalah rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Banyuwangi yang mulai digeber 1 Mei 2019 di Hotel Mirah. KPU memang butuh konsentrasi tingkat tinggi karena penghitungan suara kali ini lebih rumit daripada pilkada 2018. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Korupsi Dana Hibah Bibit Sapi di Badung, Suweca Diganjar 2,4 tahun
Selanjutnya Bawa 1 Gram Sabu, Pelajar SMA ini Diadili