..
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim : SIM Mestinya Berlaku Seumur Hidup
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Irwan Setiawan.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim : SIM Mestinya Berlaku Seumur Hidup

BANYUWANGI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki gagasan agar surat ijin mengemudi (SIM) bagi pengendara bermotor agar berlaku seumur hidup. Ide ini menyikapi banyaknya keluhan di kalangan masyarakat yang mengaku susah untuk mendapatkan SIM.

"Usul ini sudah dikaji PKS pusat. Kami kader di daerah sedang melakukan sosialisasi ke bawah. Program ini akan kita maksimalkan jika suara PKS pada pileg April 2019 nanti signifikan," ujar Irwan Setiawan.

Irwan merupakan ketua Fraksi PKS di DPRD Jawa Timur yang duduk di Komisi C membidangi keuangan. Selain SIM seumur hidup, partainya juga punya usul agar pajak tahunan kendaraan roda dua diganti lima tahunan.

"Bayarnya cukup lima tahun sekali. Pokok yang dibayar adalah pajak kendaraannya. Pendapatan negara tidak terlampau besar dari pajak motor. Dan penunggak pajak kendaraan tertinggi kategori roda dua," papar politisi PKS yang sudah dua periode menjadi wakil rakyat di DPRD Jatim.

Kini, Irwan maju lagi untuk memperebutkan kursi yang sama dari daerah pemilihan Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Sebagai wakil rakyat Jawa Timur, dia juga mengupayakan tiga poin penting bagi kemajuan Banyuwangi yang telah menjadi kota wisata internasional.

"Kualitas pendidikan pesantren untuk benteng moril sangat penting seiring perkembangan Banyuwangi menjadi salah destinasi wisata. Pemberdayaan kelompok petani, pemuda, perempuan harus didorong lagi. Termasuk pembangunan infrastruktur, utamanya jalan desa dan poros tani yang perlu perbaikan. Banyak petani yang sambat, perlu integrasi kebijakan pusat dan daerah," ungkapnya dalam Sarasehan Menuju  Petani Sejahtera di Kafe Rupan, Minggu (24/2/2019).

Alumnus Unair ini juga menyoroti perlunya subsidi di hilir supaya para petani tak terbebani. Agar pascapanen komoditas yang didapat petani bisa diolah dan dipasarkan dengan harga yang baik.

"Pupuk tak perlu disubsidi tapi harga pasca panen yang perlu dihargai. Dulu Pakde Karwo sudah komitmen untuk menjaga harga komoditas pascapanen. Sekarang tinggal kita kawal," jelas pria yang akrab disapa Kang Irwan.

Rusaknya harga buah naga yang sempat menimpa petani di Banyuwangi menjadi contoh perlunya pendampingan pengelolaan pascapanen. Langkahnya dengan memperbanyak pelatihan home industry dan pemasaran produk untuk meningkatkan penghasilan petani. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Ny. Putri Koster Ajak Generasi Muda Jangan Gengsi Berbahasa Bali
Selanjutnya Mobil Elf Terguling di Jalur Erek - Erek Ijen, WN Filipina Luka Parah