..
Kendaraan Ditarik Debt Collector, Jangan Langsung Dilepas. Tanyakan Dulu Soal Ini
Kepala OJK Jember Azil Syah Noerdin (kanan) dan Humas OJK Jember Galih Rahmawati.

Kendaraan Ditarik Debt Collector, Jangan Langsung Dilepas. Tanyakan Dulu Soal Ini

BANYUWANGI – Pernah punya pengalaman pahit dengan debt collector? Mungkin informasi ini bisa dijadikan pegangan dalam menghadapi juru sita perusahaan pembiayaan kredit yang kadang semena-mena. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Azil Syah Noerdin, menyatakan petugas debt collector harus mengantongi sertifikasi kala menjalankan tugas penarikan kendaraan.

“Harus punya sertifikat karena kalau tidak sebenarnya tak boleh melakukan penarikan. Sertifikat ini dikeluarkan oleh PT Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia (SPPI),” tukasnya, Kamis (14/2/2019) malam, di Ijen Isun Resto, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah.

Salah satu cara leasing dalam metigasi resiko mendaftarkan fidusia pada perusahaan fidusia agar punya kewenangan dalam melakukan penarikan kendaraan bermotor. Karena fidusia punya kekuatan hukum seperti putusan pengadilan.

“Pendaftaran fidusia harus dilakukan minimal satu bulan sejak melakukan perjanjian pembiayaan,” tambahnya dalam acara gesah bareng pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi.

Humas OJK Jember, Galih Rahmawati, menganjurkan warga yang didatangi debt colletcor dengan tujuan menarik kendaraanya agar menanyakan surat tugas dari leasing serta sertifikat yang dikeluarkan SPPI. Apabila tidak mampu menunjukkan masyakarat dapat menolak atau mengadukannya kepada OJK. Sebab sertifikasi ini sudah bergulir secara nasional sejak 2016.

“Aduan bisa dilakukan melalui call center di nomer OJK. Karena salah satu tugas OJK untuk melindungi konsumen. Tim kami pasti turun untuk melakukan penanganan,” tegasnya.

Selama ini OJK selalu melakukan upaya untuk memperoleh informasi seputar keluhan konsumen terhadap lembaga pembiayaan yang nakal. Baik itu perbankkan, leasing, maupun asuransi serta jenis yang lain. Kehadirannya di Banyuwangi dan bertemu dengan pengurus PWI merupakan salah satu cara mengumpulkan informasi.

“Terima kasih kepada kawan-kawan yang telah memberi bocoran adanya oknum leasing yang nakal. Nanti kami akan melakukan penelusuran kepada korban dan memintai keterangan perusahaan pembiayaannya,” tegas Galih. SUBAHRODIN YUSUF

 

 

 

 

Sebelumnya Penganiaya Istri Ustad Derry Ditahan di Polsek Kuta
Selanjutnya Wagub Cok Ace Ajak Masyarakat Tetap Semangat Ngayah