..
Kasipidum Berdalih Tidak Tau Soal Tuntutan 8 Bulan Kasus Pembunuhan
Kasi Pidum Kejari Denpasar, Arif Wirawan/ari

Kasipidum Berdalih Tidak Tau Soal Tuntutan 8 Bulan Kasus Pembunuhan

Suksesinews.net, Denpasar - Kelima pemuda yang tinggal di Pemogan ini hanya dituntut selama 8 bulan penjara atas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban Umbu Wedo Gaung Lahello asal NTT tewas.

Terkait tuntutan Jaksa yang super ringan itu, Kasipidum Kejari Kota Denpasar Arief Wirawan, saat dikonfirmasi mengaku tidak tau tentang kasus itu. “Maaf saya belum tahu kasusnya itu, siapa nama terdakwa ya, siapa nama jaksanya, atau silakan saja konfirmasi langsung ke jaksanya ya,” singkatnya melalui komunikasi via telepon.

Untuk diketahui lima pemuda yang menjadi terdakwa ini adalah, I Kadek Adi Indrawan alias Dek Kung (23), I Gede Jessie Antara alias Dede (25), I Wayan Ade Andika Putra alias Bojes (23), I Ketut Agus Sukarja Putra alias Penjor (26) dan I Putu Yogi Saputra (21).

Di muka sidang, jaksa menyatakan kelima terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Para terdakwa yang mengakibatkan korban tewas ini oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadharma Diputra hanya dituntut hukuman selama delapan bulan penjara.

Tuntutan jaksa ini, jauh lebih rendah dari ancaman hukuman yang dakwakan kepada para terdakwa. Diketahui, ancaman hukuman untuk Pasal 170 ayat (2)ke-3 adalah maksimal 12 tahun penjara.

Diketahui, kasus yang menjerat kelima terdakwa ini terjadi pada tanggal 2 September 2018 sekira pukul 00,01 Wita di depan Mini Market Wahyu Jalan Raya Pamogan, Denpasar Selatan.

Kejadian berawal saat terdakwa Dede yang membonceng anaknya ditabrak oleh korban, Umbu Wedo Gaung Lahello yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion.

Atas insiden ini, Dede langsung mendekati korban dan berkata “kamu mau ganti rugi nggak,” yang dijawab korban tidak punya uang sambil mendorong terdakwa Dede.

Ironisnya, terdakwa dede melakukan pemukulan terhadap korba justru dengan memanggil rekan-rekannya. Tanpa malu lagi terdakwa ini pun melakukan dihadapan anaknya.

Mendapat perlakuan seperti itu, terdakwa Dede langsung memukul korban dengan menggunakan helm dan mengenai leher sebelah kiri korban. 

Setelah itu, terdakwa Dede menghubungi terdakwa Dek Kung. Lima menit kemudian datang Dek Kung dan terdakwa lainnya. Setelah memarkir motornya, terdakwa Dek Kung langsung mendekati terdakwa Dede dan bertanya,” ne jelemane?” (Ini orangnya) yang diiyakan oleh terdakwa Dede.

Terdakwa Dek Kung langsung mendekati korban dan melayangkan tinjunya yang mengenai bahu sebelah kiri sehingga korban terdorong ke belakang.

Sejurus kemudian, korban dibawa ke tengah jalan dan langsung menjadi bulan-bulan para terdakwa. “Saat pengeroyokan berlangsung, datang petugas Bamkamdes untuk melerai dan mengamankan para terdakwa,” sebut jaksa.

Sementara kondisi korban usai menjadi bulan-bulan bulan para terdakwa mengalami luka di beberapa bagian tumbuh hingga kemaluannya mengeluarkan darah. Korban sempat mendapat penanganan medis di RSUP Sanglah.

Namun karena luka yang dialami korban cukup parah, nyawa korban tidak dapat tertolong lagi. Dari hasil visum menyebutkan, korban meninggal dunia akibat kekerasan tumpul pada bagian kepala kanan yang menyebabkan perdarahan yang menimbulkan penekanan pada pusat pernafasan.

Dalam surat tuntutan disebut pula bahwa, antara kelima terdakwa dengan keluarga korban sudah saling memaafkan, para terdakwa juga menyantuni dan membiayai biaya pemakaman korban. Ari/suksesinews

Sebelumnya APK Dirusak, Caleg Lapor Bawaslu
Selanjutnya Solidaritas Jurnalis Bali ( SJB ) Berharap 11 Februari Jadi Hari Prabangsa Nasional