..
Imbauan BMKG Terbukti, Tiga Kapal Alami Insiden Laut

Imbauan BMKG Terbukti, Tiga Kapal Alami Insiden Laut

BANYUWANGI - Gelombang  tinggi di Selat Bali menimbulkan dua kecelakaan laut. Di perairan yang menghubungkan Jawa dan Pulau Dewata ini, KMP Tunu Pratama Jaya 3888 dilaporkan bertubrukan dengan dengan KMP Jalur Nusa saat akan sandar di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Insiden lain menimpa truk pengangkut telur yang terguling di dalam KMP Agung Samudra sewaktu melakukan pelayaran. Dua musibah itu terjadi lantaran gelombang laut yang tinggi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan laut ini. 

Tabrakan KMP Tunu Pratama Jaya 3888 dengan KMP Jalur Nusa terjadi saat akan bersandar di Pelabuhan LCM Ketapang. Dua kapal yang sama-sama akan bersandar itu bertubrukan  sehingga mengakibatkan kerusakan di lambung KMP Tunu Pratama Jaya 3888. Kerusakan berbentuk robekan sepanjang 1,5 meter.  Penyebabnya, KMP Jalur Nusa yang akan bersandar tiba-tiba terhalang badan kapal KMP Tunu Pratama Jaya 3888. Tabrakan pun tak bisa dihindari. 

"Tabrakan dekat dengan dermaga. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sekitar jam 7 pagi," ujar Wahid, salah satu ABK kapal kepada wartawan.

Sementara musibah dalam KMP Agung Samudra IV mengakibatkan truk nomer polisi AG 8958 DA yang bermuatan telur terguling. Kapal tersebut sedianya akan bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk, Bali dari Pelabuhan ASDP Ketapang.  Hantaman gelombang tinggi mengakibatkan kapal oleng dan kendaraan di dalamnya terguncang. Truk yang disopiri Levianus Totawa ini akhirnya terguling pada sisi bagian kanan. Akibatnya puluhan ton telur yang akan dikirim ke Bali ini tercecer di dek kapal. 

Cuaca ekstrem di Selat Bali ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. Gelombang tinggi bisa mencapai 3 meter. Sementara untuk angin kencang bisa terjadi hingga 20 knot. Dari data BMKG Banyuwangi, Selat Bali masuk dalam perairan yang mendapatkan warning adanya angin kencang dan gelombang tinggi. Peringatan dini dikeluarkan sejak Jumat dini hari pukul 02.56 WIB. Diprediksi angin kencang dan gelombang tinggi ini terjadi hingga 3 Juni mendatang. 

"Gelombang tinggi ini membuat kapal kesulitan sandar di dermaga. Ramdoor (pintu kapal) naik turun. Mobil harus menunggu ramdoor sejajar dengan dermaga," ujar RISKY Putra Buana, Koordinator Basarnas Banyuwangi.

Meski cuaca buruk di Selat Bali, namun hingga saat ini pihak syahbandar pelabuhan belum memberlakukan buka tutup pelabuhan. Suasana Pelabuhan ASDP Ketapang terpantau ramai lancar dipadati kendaraan pemudik yang terus berdatangan dari Pulau Bali. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya PT BSI Sedekah 2000 Paket Sembako
Selanjutnya H-4 Idul Fitri Ribuan Kendaraan Antri di Pelabuhan Ketapang