..
Gelombang Selat Bali Tinggi, 31 Pemudik Jalani Perawatan
Vivi dipapah masuk ke dalam Posko Kesehatan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Gelombang Selat Bali Tinggi, 31 Pemudik Jalani Perawatan

BANYUWANGI - Cuaca di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur kurang bersahabat. Seorang penumpang kapal pingsan dan harus mendapat perawatan di Posko Kesehatan Pelabuhan Ketapang.

Vivi (20), warga Pesanggaran, Banyuwangi, yang mudik dari Bali pingsan lantaran mabuk laut. Ini imbas gelombang tinggi di Selat Bali. Korban  yang mengendarai sepeda motor bersama rekannya langsung dievakuasi oleh penumpang lain dengan menggunakan mobil menuju Posko Kesehatan di Pelabuhan Ketapang guna menjalani perawatan. 

“Ombaknya tinggi, teman saya itu pingsan karena mabuk laut. Saat pingsan di dalam kapal langsung saya naikkan ke atas mobil dan saya antar ke Posko Kesehatan,” kata Adi, rekan Vivi.

Tubuhnya yang lemah memaksa warga memapah korban masuk ke dalam Posko Kesehatan. Petugas medis langsung melakukan perawatan agar pemudik asal ujung selatan Banyuwangi ini lekas sehat.

Kasus yang sama pernah menimpa Siti Maimunah (33), pemotor asal Jember yang juga mabuk laut akibat kelelahan kala mudik dari Pulau Dewata. Selama dua hari terakhir sudah dua pemudik yang menggunakan jasa moda transportasi laut di Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk yang mengalami nasib serupa.Data posko kesehatan pelabuhan menyebut, sejak H-7 hingga hari ini jumlah pemudik yang dirawat sudah mencapai 31 orang.

“Mayoritas mereka mengalami kelelahan dan mabuk laut karena cuaca sedang tidak bersahabat di Selat Bali. Yang banyak mengalami sakit pemudik yang menggunakan sepeda motor,” kata Sugianto penanggung jawab Posko Kesehatan Pelabuhan Ketapang.

Untuk memfasilitasi pemudik yang kelelahan ataupun sakit, Posko Kesehatan siaga 24 jam.melayani pemudik maupun kru kapal dengan memberikan fasilitas pemeriksaan gratis. Pemeriksaan meliputi tensi darah, cek kolesterol hingga hipertensi.

“Gratis, semuanya boleh memeriksakan di posko untuk memastikan tubuh kita dalam kondisi sehat,” pungkas Sugiyanto.

Siang maupun malam kendaraan pemudik dari Pulau Bali yang menuju Jawa terus mengalir. Meski cuaca kurang bersahabat tapi nyali pemudik tak surut untuk menyeberang agar bisa Lebaran 2019 di kampung halaman. SUBAHRODIN YUSUF

 

Sebelumnya Ajak PT Ikut Membangun Bali, Gubernur Koster akan Perkuat Melalui MoU 
Selanjutnya Pramuniaga di Pasar Rogojampi Jadi Korban Pembacokan