..
Ganda Putri Gondol Perunggu, Harapan Emas Tinggal Juliat Subekti
Pesilat ganda putri, anggun Trisa Permatasari dan Liya Agustia meraih perunggu di babak final

Ganda Putri Gondol Perunggu, Harapan Emas Tinggal Juliat Subekti

LAMONGAN  - Pencak silat kembali menyumbangkan medali bagi Banyuwangi. Tiga pesilat putri yang turun di kelas tunggal dan ganda putri mempersembahkan 1 perak dan 1 perunggu. Total silat telah menyumbangkan  3 medali, yakni 1 perak 2 perunggu.

Medali perak diraih oleh pesilat tunggal putri Salsabila Najma Firdausi. Salsabila menjadi juara kedua setelah meraih poin 448 di bawah pesilat Kabupaten Sampang dengan 451 poin. Peraih perunggu di kelas ini didapat Kabupetan Pamekasan dan Kota Surabaya dengan poin sama 443.

Untuk medali perunggu dipersembahkan oleh Anggun Trisa Permatasari dan Liya Agustia Dwisari yang turun pada nomer ganda putri. Di nomer seni bela diri ini, keduanya meraup 545 poin atau kalah dari Pamekasan 555 poin dan Sidoarjo 548. Official dan pendukung dari Banyuwangi tampak bahagia atas pencapaian Trisa dan Liya. Tapi sang juara justru berkata lain.

“Saya belum puas dapat perunggu karena target kami berdua adalah emas,” aku Liya Agustia.

Diakuinya, saat berlaga seni beladiri ada salah satu jurus yang kurang maksimal di peragakan. Jurus yang dimaksud oleh Liya adalah gerakan patah-patah. Dirinya memprediksi perolehan poinnya kurang maksimal lantaran itu.

“Dari sisi mental kami berdua sangat siap tanding. Apalagi saya dan Trisa sudah berpasangan cukup lama, kurang lebih empat tahun,” urai pelajar SMAN 1 Giri.

Trisa pun menimpali senada. Sejak duduk di SMPN 1 Giri dirinya sudah berpasangan dengan Liya. Dan keduanya terus berkawan dan bersanding ketika menapaki SMA.

“Kami sama-sama masuk di SMAN 1 Giri. Gerakan yang kami tampilkan tadi sudah berulang kali dimainkan dalam kejuaraan lain,” kisahnya.

Peluang pencak silat untuk menyumbangkan emas bagi Banyuwangi masih ada. Harapan itu berada di pundak Juliat Subekti yang turun di kelas B putri 50-55 kg. Babak penentuan prestasi Juliat masih dihelat pada Rabu (10/7/2019) malam di GOR Unisda Lamongan. Laga ini merupakan pertandingan akhir bagi Cabor Silat.

Juliat menjadi penentu nasib silat Banyuwangi karena peluang emas  di kelas tunggal putra, Lapang Handi Damarkasih, telah pupus. Lapang kalah bersaing dengan pesilat Bangkalan, Pamekasan , Tuban plus Surabaya. SUBAHRODIN YUSUF

 

Sebelumnya Peringatan HUT Bhayangkara ke-73, Gubernur Koster Apresiasi Kinerja Polda Bali
Selanjutnya Gulat Gaya Bebas Putri Borong 3 Perunggu