..
 Finalis Duta Kampus Adu Gaya Lawan BSBI
15 Finalis Campus Ambassador 2018 Unair Banyuwangi sedang mengikuti Gala Dinner bersama PT BSI dan penerima biaya siswa seni budaya (BSBI) dari 12 negara di Hotel Santika Banyuwangi.

Finalis Duta Kampus Adu Gaya Lawan BSBI

BANYUWANGI - Penerima Biaya Siswa Seni Budaya (BSBI) dari 12 negara beradu gaya bersama Finalis Campus Ambassadors 2018 dari Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga Banyuwangi, Jawa Timur. Adu gaya ini kian menarik karena digelar di tepi kolam renang Hotel Santika Banyuwangi, Rabu (18/4/2018) malam.

Masing-masing peserta dari BSBI dan Duta Kampus Unair Banyuwangi diperkenalkan kepada tamu undangan bertajuk Gala Dinner bersama PT Bumi Suksesindo (BSI). Malah peserta BSBI menyapa para tamu menggunakan bahasa asal negaranya masing-masing.

Pertemuan para mahasiswa dari berbagai negara plus Unair Banyuwangi ini memang difasilitasi oleh PT BSI. Ismed Siregar, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BSI menjelaskan, eksploitasi penambangan terbuka akan berlangsung 9 tahun. Masa Produksi akan bertambah lama jika eksplorasi tambang perut bumi berhasil.

"Semoga diantara mahasiswa Duta Kampus Unair Banyuwangi ada yang bekerja di PT BSI. Masa tambang kita sembilan tahun, sedangkan masa kuliah adik-adik mahasiswa tersisa 2-3 tahun lagi. Masih ada waktu untuk bergabung dengan kami," harapnya.

Secara khusus, Ismed mewakili sejumlah manager BSI yang datang Gala Dinner mengucapkan selamat datang kepada peserta BSBI. Dirinya menghendaki agar penerima BSBI betah selama menjalani pertukaran pelajar di Bumi Blambangan.

"Semoga betah dan dapat mempelajari seni dan budaya Banyuwangi," harapnya didampingi Corporate Communication Manager, Mufizar Mahmud.

Mengapa PT BSI menggelar Gala Dinner? Para peserta Duta Kampus pernah mengajukan pertemuan dengan perwakilan BSI untuk pembekalan. Sebab, penjurian Duta Kampus salah satunya akan berkaitan dengan masalah pertambangan. Dihelatan ini, rupanya PT BSI menjadi sponsor utama.

Perwakilan Duta Kampus Unair, Fadilah Adim, mengakui bila awalnya peserta Duta Kampus berjumlah 50 orang. Mereka harus melewati seleksi ketat meliputi tes tulis dan komunikasi. Sampai cara jalan saja dinilai untuk membuktikan kelayakan sebagai mahasiswi Unair. Mahasiswi asal Bojonegoro ini ternyata punya komentar tersendiri soal tambang emas.

"Tambang emas di Banyuwangi untuk meningkatkan ekonomi warga. Soal kerusakan lingkungan sudah diantisipasi oleh PT BSI. Sebelum perusahaan itu berhenti produksi area yang telah ditambang langsung direboisasi," ungkap mahasiswi Fakultas Ekonomi.

Jika dirinya terpilih sebagai jawara Duta Kampus akan menjalankan misi sebagai mahasiswa sebaik mungkin. Ini sebagai langkah untuk memunculkan citra mahasiswi Unair yang santun dan cerdas. Adim bahkan berangan-angan untuk melanjutkan niatnya menjelajah destinasi wisata yang ada di Tanah Gandrung.

"Ingin eksplore lebih banyak wisata di Banyuwangi. Cuma belum semua didatangi, jadi kepikiran," ucapnya malu-malu. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Melanggar Aturan, Panwaslu Semprit Rai Mantra
Selanjutnya Belum Sepekan Dirazia, Pengunjung Asika Kena Lagi