..
Duh, Lima Pelajar Ini Terancam Putus Sekolah Gara - Gara GWD Tutup
Sejak warung orang tuanya di GWD dilarang buka, empat pelajar ini tak bisa masuk sekolah lantaran terkendala biaya.

Duh, Lima Pelajar Ini Terancam Putus Sekolah Gara - Gara GWD Tutup

BANYUWANGI - Gelisah menghantui empat sekawan, Irma Santika (13), Candra Andreansyah (11), Linda Agustina (13), dan Riansyah Agus Saputra (11). Lebih sepekan keempatnya tak masuk sekolah karena terkendala ekonomi keluarga pasca penutupan wisata Grand New Watudodol (GWD).

"Saya dan Candra Andreansyah tak masuk sekolah mulai Rabu (9/1/2019). Kedua orang tua kami tak punya duit untuk uang saku dan beli bensin," aku Irma Susantika.

Irma adalah kakak dari Candra. Keduanya anak pasangan Purniawati (45) - Sena (68), warga Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Saat ini, Irma duduk di bangku kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Karim Desa Bangsring. Sementara adiknya berada di kelas 4 di sekolah yang sama. Jarak sekolah dari rumah kurang lebih 2 kilometer.

"Kalau nggak sekolah, ya di rumah saja. Paling nonton televisi," ucapnya, Senin (21/1/2019).

Sejak GWD ditutup Senin 7 Januari 2019, Purniawati yang biasa membuka warung di Grand New Watudodol tak ada pekerjaan lain. Praktis penghasilan keluarganya terhenti. Tak ada lagi pundi - pundi uang yang masuk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Kok untuk saku anak sekolah, buat makan saja harus bon di toko. Sekarang hutang sudah banyak, jadi malu. Untung dibantu beras oleh Pak Azis," kisahnya.

Penghasilannya di GWD terbilang pas - pasan. Dihari libur uang 50-100 ribu rupiah bisa dibawa pulang. Sementara dihari biasa antara 20-30 ribu rupiah.

"Pas ramai ada uang yang disisihkan. Jika hari biasa penghasilan segitu tak cukup untuk keperluan dapur. Waktu dagang di tepi pantai masih diperbolehkan hasilnya lumayan, tembus 300-400 ribu rupiah," keluhnya.

Cerita yang sama dilontarkan Saati (48). Nasib yang dialami keluarga Purniawati sama seperti dirinya. Sejak Jumat (11/1/2019), kedua anaknya, Linda Agustina dan Riansyah Agus Saputra, tak lagi sekolah.

"Tak ada uang. Buat makan dibantu anak saya. Kadang dikirim beras, uang juga," ujarnya.

Sementara suaminya, Agus Hermawan, hanyalah kuli serabutan. Bila kerja bangunan sepi dia kerap membantu di warung. Dirinya berharap agar GWD dibuka lagi.

"Apabila GWD ditutup terus bagaimana nasib kami serta anak - anak. Kasihan mereka tak sekolah. Linda kelas 1 SMP Sunan Giri 2 Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Adiknya kelas 6 SD 1 Bangsring. Keduanya butuh pendidikan yang layak," bebernya.

Selain empat anak itu, ternyata ada pelajar lain yang bernasib sama. Misalnya, Rinawati (12), yang bolos dari SDN 1 Bangsring. Informasinya masih ada lagi pelajar yang terkendala masuk sekolah lantaran warung orang tuanya di GWD tak beroperasi. SUBAHRODIN YUSUF 

Sebelumnya Ketut Ismaya dan Dua Rekannya Bebas Murni
Selanjutnya Konflik Piagam Tinju Berakhir Islah