..
Dibilang Mirip Barcelona, Seperti Apa Keelokan Pantai GWD Sehingga Memenangi Wisata Terbersih ASEAN 2018
Para snorkel sedang menikmati alam bawah laut Grand Watudodol (GWD) di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Dibilang Mirip Barcelona, Seperti Apa Keelokan Pantai GWD Sehingga Memenangi Wisata Terbersih ASEAN 2018

BANYUWANGI – The Sunrise of Java makin diakui dunia internasional sebagai destinasi pariwisata. Kabar paling anyar, Kabupaten Banyuwangi menyabet juara kawasan wisata bersih tingkat ASEAN. Keterlibatan masyarakat dalam mengelola obyek pariwisata menjadi penilaian khusus disamping soal kebersihan. Sehingga  kawasan wisata bisa tumbuh dan menyedot wisatawan. Dimanakah lokasi pesisir pantai yang bersih yang baru saja mendapat penghargaan  tingkat ASEAN itu? 

Ternyata, pesisir yang mendapatkan penghargaan bergengsi ini adalah Grand Watudodol (GWD). Kawasan wisata di utara Banyuwangi, tepatnya di Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ini kini tumbuh dengan pesat setelah masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan. Salah satunya, menjaga kebersihan dan konservasi terumbu karang. 

Dahulu, warga setempat memilih menggunakan bom  untuk berburu ikan. Kini, mereka melestarikan terumbu karang dan menjadikan pantai sebagai kawasan wisata menarik. 

"Program pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian laut dan pengelolaan wisata yang membuat kita mendapatkan penghargaan juara tingkat ASEAN Jumat lalu, " kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas disela sidak di kawasan wisata GWD, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Minggu (28/1/2018).

Khusus di wisata GWD, kata Anas, penataannya melibatkan arsitek nasional. Taman dan landscape dibuat mirip Barcelona. Lokasinya pun juga strategis, di jalur pantai utara yang menghubungkan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. 

"Kita sengaja mengembangkan pantai ini. Selain view-nya selat Bali, lokasinya bisa menjadi rest area wisatawan dari Jawa ke Bali," tambahnya. 

Wisatawan tidak hanya menikmati alam darat GWD tapi juga keindahan terumbu karangnya. Disini juga disediakan wisata snorkling, diving dan bermain wahana air semisal banana boat, bamper boat maupun donat boat.. Minat wisatawan yang nge-camp di Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan Taman Nasional Bali Barat lewat GWD juga tinggi. Semua bisa diantarkan dengan armada kapal lebih dari 15 unit.

Abdul Azis (45), merupakan salah satu tokoh pengembangan GWD. Lelaki yang tinggal di Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ini dulunya mantan pengebom ikan. Sampai akhirnya, sejak empat tahun silam dia terus berjuang merubah pola pikir warga yang semula perusak terumbu karang menjadi aktivis pecinta lingkungan bahari.

Kelompok Masyakarat Pengawas (Pokmaswas) Pesona Bahari menjadi wadah Abdul Azis bersama sekitar 75 orang yang giat menyelamatkan alam bawah laut GWD. Transplantasi karang menjadi salah satu program yang terus digencarkan untuk mengembalikan pesona alam bawah laut di pantai yang dulu terkenal dengan sebutan Klopoan. Pokmaswas Pesona Bahari telah berdiri secara legal dan mengantongi SK Kemenkumham. Pokmaswas ini menaungi sejumlah kelompok yang tumbuh dan berkembang seiring pertumbuhan GWD sebagai jujukan wisata andalan Banyuwangi selain Kawah Ijen dan Pulau Merah.

“Dulu saya dianggap gila oleh warga. Bahkan istri saya ikut-ikutan menyebut aktifitas saya tak masuk akal. Sekarang mereka mengikuti langkah orang gila, begitu merasakan hasilnya,” celetuk Abdul Azis berseloroh.

Saat tim penilai melakukan penjurian di GWD Desember 2017 lalu, pria yang akrab disapa Azis ini tak yakin bakal menang. Pasalnya, pesaingnya banyak dan melibatkan sejumlah obyek wisata lain di tingkat Asia Tenggara. Walau pesimis, saat itu Azis dan sejumlah rekannya terus menjaga kebersihan pesisir GWD.

“Tak disangka perjuangan kami ternyata berbuah manis. Kemenangan ini bukti kerja keras bakal menuai hasil. Sukses ini berkat kerjasama antara sejumlah kelompok yang mencari hidup di GWD. Mulai kelompok asongan, pelaku wisata hingga anggota Pokmaswas Pesona bahari sendiri,” ujarnya merendah. SUBAHRODIN YUSUF

 

Sebelumnya Bachdim Diparkir, Siapa Penggantinya ?
Selanjutnya BNNP Tangkap Pentolan Ormas, Sita Sabu dan Ekstasi Dipasok dari Napi di LP Lowok Waru