..
Deklarasi Komponen Relawan Prabowo-Sandi di Bali
Ketua BPN Prabowo-Sandi Jenderal (Purn) Djoko Santoso menyerahkan SK kepada Made Muliawan Arya alias De Gadjah sebagai Korda Komponen Relawan Prabowo-Sandi Provinsi Bali

Deklarasi Komponen Relawan Prabowo-Sandi di Bali

Suksesinews.net, Denpasar - Komponen Relawan Prabowo-Sandi Provinsi Bali resmi dideklarasikan pada Sabtu (9/2) malam. Deklarasi yang diselenggarakan di Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo-Sandi di Perumahan Puri Garden Nomor 99X, Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar ini dihadiri Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Ia didampingi jajaran BPN Prabowo-Sandi, seperti Direktur Satgas Totok Utomo Budi Santoso, Pengurus Satgas Haji Muhardi, dan lainnya. Hadir pula Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi Provinsi Bali Ida Bagus Putu Sukarta.

Pada kesempatan itu Djoko Santoso menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Made Muliawan Arya alias De Gadjah sebagai Koordinator Daerah (Korda) Komponen Relawan Prabowo-Sandi Provinsi Bali. Sementara itu, dalam pengarahannya di hadapan sekitar 500 relawan, Djoko Santoso Djoko Santoso mengapresiasi masyarakat yang tergabung dalam berbagai relawan, dan memiliki komitmen yang sama dalam memenangkan Prabowo-Sandi. 

Ia menyampaikan pesan Prabowo Subianto kepada seluruh relawannya agar tak gaduh, dan mengikuti aturan dalam memenangkan dirinya. "Pesan beliau jangan gaduh, jangan tengkar, tenang saja, ikuti aturan yang berlaku, jangan melanggar aturan. Sesungguhnya kita sudah melewati angka itu," kata Djoko Santoso, yang pada kesempatan itu memperkenalkan yel-yel baru untuk pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019, 'Dua dua menang! Gantian dong, Prabowo-Sandi menang'.

Ia mengaku sering ditanya sejumlah wartawan mengenai hasil survei sejumlah lembaga yang masih mengunggulkan pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Bagi dia, survei-survei itu dijadikan warning dan pemacu semangat jajarannya untuk mengejar ketertinggalan perolehan suara. Tetapi, ia melanjutkan, sesungguhnya perolehan suara Prabowo-Sandi saat ini telah melewati Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Sesungguhnya (Suara Prabowo-Sandi) sudah melewati (perolehan suara Jokowi-Ma'ruf Amin). Tapi lewat saja belum cukup. Kita harus menang yang banyak. Kalau tidak menang banyak bisa jadi kalah. Maka harus menang banyak," tegasnya.

Dari data internal, ungkap dia, kemenangan Prabowo atas Jokowi masih terlalu tipis. "Sudah menang, ya masih tipis 1-2 persen. Kita maunya memang di atas 10 persen," ujar Djoko Santoso. Bagi dia, antusiasme rakyat Indonesia, khususnya emak-emak dan pemuda merupakan motor penggerak pemenangan Prabowo-Sandi. Meski mengklaim suara kandidatnya melampaui lawannya, namun Djoko Santoso meminta kepada relawan Prabowo-Sandi agar tak mendahului ketetapan Tuhan. "Rencana Tuhan itu kita tidak tahu. Jadi tetap bekerja keras, jangan mendahului ketetapan Tuhan," katanya.

Adapun Direktur Satgas Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Toto Utomo Budi Santoso meminta para relawannya untuk terus berjuang turun ke masyarakat menyosialisasikan visi, misi dan program kerja Prabowo-Sandi.

Ia meminta seluruh relawan memetakan setiap wilayah dan kondisinya masing-masing. "Ini masanya bekerja, masa pengkondisian sudah selesai. Saat ini fenomena, tanda alam, orang Jawa bilang sasmito-nya, itu tanda(Prabowo-Sandi) menang," ujar Toto.

Ia menyebut ada dua tanda penting kemenangan bakal diraih Prabowo-Sandi. Pertama, fenomena bergeraknya kaum emak-emak di seluruh Indonesia untuk memenangkan pasangan nomor urut 02 itu."Dari Aceh sampe Bali emak-emaknya itu militan sekali. Jangan main-main dengan emak-emak," katanya.

Kedua, tumbuhnya oganisasi sosial yang secara sukarela bahu membahu memenangkan Prabowo-Sandi. Berkaca pada kemenangan Jokowi pada Pemilu 2014, Toto menilai organisasi sosial merupakan motor pendulang suara bagi mantan Wali Kota Solo itu. Artinya, organisasi sosial yang bergerak secara sukarela itulah yang sesungguhnya memenangkan Jokowi kala itu. "Kini, fenomena tumbuh kembang organisasi sosial seperti era Jokowi dahulu justru terjadi di kubu Prabowo-Sandi. Fenomena organisasi sosial yang terus tumbuh untuk memenangkan Prabowo-Sandi ini saya temui seluruh Indonesia," katanya.

Ia menceritakan fenomena menarik pergerakan relawan yang disebutnya mampu melampaui militansi partai politik pengusung. Di sebuah pertemuan di Kalimantan Barat, Toto menyebut pertemuan yang dihadiri koalisi partai pengusung dan pendukung hanya dihadiri sekitar 500 orang saja. "Mohon maaf ini saya sampaikan. Pertemuan dengan koalisi partai pengusung dihadiri 500 orang. Di tempat dan hari yang sama, saya juga menggelar pertemuan dengan relawan. Yang hadir lebih dari 5.000 massa. Tidak cukup ruangan," katanya. Spirit kemenangan itu yang menurutnya mesti terus dijaga dengan baik. Yang paling utama, Toto menyebut kaum emak-emak harus disapa dan dilibatkan secara aktif dalam pemenangan Prabowo-Sandi. Amb/sukseainews

Sebelumnya Anggota Ormas Tabrak dan Pukul Warga Diduga Dipicu Larangan Pasang Bendera Partai
Selanjutnya Gakkumdu Periksa Ketua DPC Demokrat dan Kades Gumirih