..
Cabor Menembak Diperkuat Anggota Polwan
Atlet tembak Banyuwangi (pegang senjata) dalam ajang Porprov VI di Lamongan

Cabor Menembak Diperkuat Anggota Polwan

LAMONGAN - Manager Cabang Olahraga Menembak Banyuwangi, Dharsono, mengirim 13 atlet ke ajang Porprov Jatim VI 2019 yang di Kabupaten Lamongan. Ketujuhbelas penembak itu rata-rata wajah baru.

“Penembak dari Banyuwangi ada 13 atlet. Lha yang 12 masih baru. Hanya satu yang wajah lama, Nabila Veronica Agatha. Nabila pernah tanding di Bandung, Sumatera, serta Kejurnas bersama kawan - kawan juniornya,” ungkap Dharsono ketika bertemu di veneu menembak Porprov Jatim 2019 di Ponpes Sabilillah, Sukodadi,  Lamongan.

Para penembak yang berjumlah 13 itu antara lain, Muhammad Hadiyul Iqdham, Dwiki Akbar Ramadhan, Mohammad Rosyy Tyas Ananta, Angga Rista Putra Mahananta, Adi Kesuma Pambudi, Ronggo Febrian Tegar Samudra, Vinna Rohmatul Izza, Erick Jordan Keitaro, Chalizah Vani Imanina, Talitha Alvita Olinda, Dewi Sartika, Mutiara Silva Zeylanica, dan Nabila Veronica Agatha.

Muhammad Hadiyul Iqdham turun di 10 M Air Pistol, Dwiki Akbar Ramadhan, Mohammad Rosyy Tyas Ananta, Angga Rista Putra Mahananta  pada 10 M Air Rifle, Adi Kesuma Pambudi, Ronggo Febrian Tegar Samudra, Angga Rista Putra Mahananta main di 17 M 3 Metal Silhouette, Nigiel Raditya Prayoga, Angga Rista Putra Mahananta, Ronggo Febrian Tegar Samudra  turun di 27 M 3 Metal Silhouette, Muhammad Hidayatul Iqdham, Dwiki Akbar Ramadhan dan Vinna Rohmatul Izza di nomer 41 M Metal Silhouette Air Rifle Multi Range – campuran, Erick Jordan Keitaro, Mohammad Hadiyatul Iqdham, Adi Kesuma Pambudi 25 M Benchrest - campuran, Chalizah Vani Imanina, Talitha Alvita Olinda, Dewi Sartika 10 M Air Pistol – putri, Vinna Rohmatul Izza, Mutiara Silva Zeylanica, Nabila Veronica Agatha 10 M Air Rifle, Mutiara Silva Zeylanica, Vinna Rohmatul Izza  di ajang 17 M Metal Silhouette.

“Atlet kita yang turun di nomer 10 M Air Pistol dan 10 M Air Rifle tak ada yang melaju ke babak selanjutnya. Salah satu penembak yang turun di nomer ini, Chalizah Vani Imanina, bahkan telah pulang ke Banyuwangi karena ijin cutinya sebagai anggota Polri  hanya sampai 12 Juli 2019. Chalizah adalah anggota Satsabhara Polres Banyuwangi,” beber Dharsono, usai pertandingan hari kedua.

Kendala alat menjadi batu sandangan atlet penembak asal Banyuwangi yang berlaga di Bumi Surajaya. Keluhan itu dikatakan pelatih penembak tim Banyuwangi, Yoni Sampones. Sehingga salah satu atlet tidak dapat tanding  pada 10 Meter Air Rifle dan beralih ke Metal Silhouette.

“Atlet yang pindah kategori itu atas nama Dwiki Akbar Ramadhan. Peralatan yang mahal terutama alat tembak yang 10 Meter Air Rifle sekitar Rp 60-80 juta per pucuk. Jaket dan sepatunya antara Rp 5 juta dan Rp 2 juta. Kita masih punya pistol satu, laras panjang satu, idealnya masing-masing dua pucuk,” ulas pelatih yang akrab disapa Mbah Yoni.

Para atlet yang turun di Porprov VI baru digembleng tiga bulan. Sejatinya mental atlet sudah mantab. Tapi tingkat persaingan yang ketat di kalangan atlet pada Cabor Menembak  menjadikan pengurus maupun official belum berani proyeksi medali.

“Minimal even ini untuk ajang latih tanding sehingga anak-anak merasakan atmosfer perlombaan,” kata Mbah Yoni. SUBAHRODIN YUSUF

 

 

Sebelumnya Beli Sabu dan Ineks, Bajang Tabanan ini Divonis 4 tahun
Selanjutnya 2 Emas, 1 Perunggu Persembahan Terakhir Cabor Gulat