..
Blue Bird Tawarkan Kerjasama Operasional dengan Taksi Lain

Blue Bird Tawarkan Kerjasama Operasional dengan Taksi Lain

Suksesinews.net, Denpasar - Terkait maraknya pemalsuan merk logo Blue Bird Grup, maka perusahaan yang berkembang dengan jasa transpotasi ini menawarkan kerjasama operasional (KSO) kepada perusahaan atau koperasi yang menaungi taksi lainnya di Bali.

Tawaran kerjasama ini dilakukan terkait maraknya kasus pemalsuan merek logo Blue Bird Grup yang belakangan ini terjadi dan merugikan perusahaan transportasi terbesar di Indonesia ini termasuk juga para konsumen atau pelanggannya.

“Sebenarnya tawaran KSO (kerjasama operasional, red) ini sudah sejak lama kami komunikasikan dengan level pimpinan perusahaan taksi maupun koperasi yang mengelola taksi di Bali. Termasuk juga dengan teman-teman di Organda unit taksinya,” ujar General Manager Blue Bird area Bali dan Lombok, dr I Putu Gede Panca Wiadnyana, ditemui di ruang kerjanya Rabu (10/7) di Denpasar.

Namun diakuinya, tawaran kerjasama itu belum membuahkan hasil yang maksimal hingga belakangan ini marak muncul kasus pemalsuan merek logo dari Blue Bird Grup.

“Nah, dengan adanya kasus ini kami jadikan momentum lagi untuk mengingatkan lagi kepada teman-teman untuk bekerjasama, ya daripada sembunyi-sembunyi memakai merek logo kami,” kata dr Panca didampingi Kuasa Hukum Blue Bird Group, Ketut Mulya Arsana SH MHum dan Mahendra Ishartono SH.

Bagaimana bentuk kerjasamanya? dr Panca mengilustrasikan kerjasama tersebut seperti franchise bisnis penjual ayam goreng atau fried chicken, dimana perusahaan berbeda-beda tapi mereka bisa menggunakan merek terkenal yang menjual.

“Nah, hal serupa kami tawarkan kepada pengelola taksi di Bali. Jadi teman-teman di perusahaan taksi lain nantinya bisa menggunakan brand logo kami secara legal,” katanya.

Tentunya, kata dr Panca, setelah menjalin kerjasama, perusahaan taksi tersebut standarnya harus menyesuaikan dengan Blue Bird.

“Ya, mulai dari kendaraan yang minimal umurnya 5 tahun, pengemudinya yang harus terlatih hingga pelayanannya. Jadi semuanya standarnya seperti yang ada di Blue Bird,” tegasnya.

dr Panca menyebut, kerjasama operasional yang ditawarkan Blue Bird Grup ini sudah dilakukannya di Jogjakarta dan Bandung. 

“Kalau di Jogja kita kerjasama dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Pataga sebagai pengelola Pataga Taksi. Kalau di Bandung dengan Rina Rini Taksi,” ucapnya.

Ketika ditanya keuntungan apa yang didapat perusahaan atau koperasi yang diajak kerjasama? dr Panca belum mau menjawab lebih detail, namun yang pasti kata dia, seperti di Jogja dan Bandung itu, perbankan akan lebih percaya terutama dalam dalam pemberian kredit.

 Sementara itu, Kuasa Hukum Blue Bird Group, Ketut Mulya Arsana SH MHum menambahkan terkait maraknya kasus pemalsuan merek logo Blue Bird, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya salah satunya upaya hukum dengan membawa pelaku ke pengadilan.

Sebagai contoh, pemalsuan ID Blue Bird yang dilakukan oleh I Nyoman Nadi Cahyadi yang kini sedang menunggu hasil vonis Hakim pada sidang pekan depan, Senin (15/7). Jro/suksesinews

Sebelumnya Meski Cidera Yoenas Berhak Atas Medali Perunggu
Selanjutnya Ngutil Jam Tangan, Mantan Pilot Diganjar 3,5 Bulan